Wina (Austria)
Banyak kota yang sangat bangga
dengan budaya kafe mereka, tetapi hanya Wina yang bisa mengklaim status
UNESCO. Pada tahun 2011, Wina Coffee Culture House menerima peringkat
sebagai Warisan Budaya Non-benda organisasi ini.
Sejak abad ke-17,
kafe penuh meja marmer dan kursi Thonet menjadi ikon menikmati secangkir
kopi di kota ini. Dengan lebih dari 20 minuman kopi, Anda bisa memilih
sesuai selera. Namun, bersabarlah kalau pelayanan agak lama, karena
pelanggan membludak setiap hari.
Cobalah: Cafe Central dan Cafe Landtmann.
Seattle (AS)
Suka
atau tidak suka, kota ini adalah kampung halaman Starbucks. Namun tak
harus di kedai kopi yang mendunia itu untuk menikmatinya. Cobalah kafe
independen di seluruh kota, dan Anda akan mengangguk setuju mengapa
Seattle mendapat penghargaan tertinggi Travel + Leisure, daftar
kota-kota dengan kopi terbaik di AS. Kota ini secara resmi juga
menduduki peringkat tertinggi sebagai kota paling berkafein di AS,
karena banyaknya kedai kopi di sini.
Cobalah: Zoka dan Caffe Vita.
Havana (Kuba)
Di
Kuba, kopi adalah kelompok makanan sendiri. Bagi banyak warganya,
"sarapan" pertama mereka adalah kukusan secangkir kecil Cafe Cubano -
espresso dicampur dengan gula - atau Coradito, espresso dengan susu di
atasnya.
Produksi kopi Kuba kini mengalami penurunan, dan karenanya
ekspor disunat karena permintaan dalam negeri tak pernah surut. Warga
Kuba di pengasingan di Miami, AS, meneruskan tradisi ini dengan membuat
kota itu sebagai surga Cafe Cubano dengan rasa otentik.
Cobalah: Cafe El Escorial dan Cafe de las Infusiones..
Melbourne (Australia)
Melbourne
adalah ibukota kopi Australia. Mungkin jalan panjang harus ditempuh
untuk menghasilkan secangkor kopi ala Melbourne, karena Australia jelas
bukan produsen kopi. Tetapi, kian banyak orang menyebut kopi Melbourne
yang terbaik, dan juga merupakan cara yang tidak ada duanya untuk
melawan jet lag.
Cobalah: Seven Seeds dan Proud Mary.
Lisbon (Portugal)
Berjalan-jalan
di kota ini, sempatkan mendapatkan pengalaman menikmati kopi dengan
menuju ke sebuah kafe, duduk santai, dan pesanlah a bica. Kopi
hitam ini lebih dalam rasanya dari espresso dan dibuat dengan cara
dipanggang dengan api rendah dan lambat - tradisi yang diyakini
menghasilkan rasa yang berkualitas.
Cobalah: Cafe A Brasileira, kafe di Miradouro de Sao Pedro de Alcantara, atau kedai kopi dekat hotel Anda.
Portland (AS)
Peringkat kedua daftar Travel + Leisure adalah Portland. The New York Times menyebut kopi Portland "paling dalam" rasanya.
Cobalah: Coava dan Water Avenue.
Oslo (Norwegia)
Oslo
menciptakan kembali kopi dalam cara yang sangat baik. Hasil panggangan
kopi di Oslo ini sangat ringan, mengubah secangkir kopi pada rasa yang
fantastis.
Cobalah: Tim Wendelboe dan Mocca Kaffebar & Brenneri.
Sao Paulo (Brasil)
Brasil
menghasilkan hampir 40 persen dari kopi dunia. Di sini, hampir semua
orang punya resep yang sempurna untuk secangkir. Jika biasanya negara
penghasil kopi tak selalu bisa menyeduh kopi sehingga rasanya
spektakuler, Tak demikian dengan Brasil.
Cobalah: Coffee Lab dan Cafe Floresta.
Vancouver (Kanada)
Di
dunia perkopian, konon barista jempolan dunia adalah jebolan kafe di
kota ini. Barista Vancouver mampu membuat secangkir kopi rasa terbaik
dari varietas kopi yang dipilih dengan cermat menggunakan serangkaian
prosedur tertentu. Bahkan menikmti secangkir kopi di kedai kopi kecil di
kota ini, rasanya tak terkatakan sebelumnya.
Cobalah: Forty Ninth Parallel dan Revolver.
Taipei (Taiwan)
Ya,
Taipei. Kota di Asia Timur ini dikenal dengan budaya kafe dan minuman
kopi. Kopi merupakan bagian dari warisan nasional Taiwan. Tak hanya
teknik pemanggangannya yang sempurna, teknik penyeduhannya pun khusus,
membuat kopi yang dihasilkan betul-betul prima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar